Berdasarkan pantauan di lokasi, area galian dikelilingi oleh pembatas (barricade) plastik warna orange serta plang peringatan bertulisakan "Hati-Hati Ada Pekerjaan Pipa Air Bersih - PAM Jaya" dan "Under Construktion". Kendati demikian, tidak terlihat satupun petugas maupun alat berat yang beroperasi di area galian tersebut selama kurang lebih satu minggu terakhir.
Lubang galian terbuka yang sebagian terisi air dan tanah gembur dibiarkan menganga di tepi jalan tanpa kepastian kelanjutan pengerjaan. Kondisi galian yang terbengkalai dab memakan sebagian badan jalan ini menyisakan tumpukan material yang sangat mengganggu akses mobilitas harian warga sekitar.
Penyempitan badan jalan akibat pembatas proyek membuat arus lalu lintas dari arah lampu merah Cakung menuju Semper maupun sebaliknya mengalami penyempitan jalur yang sangat signifikan. Hal ini memicu penumpukan kendaraan yang parah, terutama pada jam berangkat beraktivitas dan sore hari saat jam pulang kantor.
Selain menyebabkan kemacetan lalu lintas, area galian yang terbengkalai ini sangat membahayakan keselamatan pengendara saat malam hari. Kondisi di sekitar lokasi galian terbilang minim penerangan jalan umum, sehingga lubang galian terbuka serta pembatas proyek sulit terlihat dari jarak kejauhan oleh para pengguna jalan.
Akibat minimnya lampu penerangan dan rambu keselamatan pendukung di malam hari, sudah ada korban yang berjatuhan di lokasi tersebut. Pengendara di lokasi melaporkan bahwa sedikitnya sudah ada dua orang pengendara motor terperosok ke dalam area proyek galian dalam sepekan ini.
Terhentinya pengerjaan tanpa adanya papan informasi mengenai progres harian menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat setempat. Warga mempertanyakan hingga di mana titik finish atau ujung akhir dari penanaman pipa jaringan air bersih yang ditarik dari arah lampu merah Cakung tersebut.
Berdasarkan rencana pengembangan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PAM Jaya, jalur pipa dari Lampu Merah Cakung ini ditargetkan berakhir di kawasan Sukapura hingga terhubung ke Semper Barat, Malaka, dab Rorotan, hingga Januari 2027. Namun, warga mendesak agar galian yang ada sekarang segera dirapikan atau dilanjutkan agar tidak terus memakan korban.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar