Pengerjaan proyek drainase ini menjadi kabar gembira yang sangat dinantikan oleh warga pemukiman Komplek Bea Cukai dan sekitarnya. Langkah ini merupakan bentuk perhatian serta respons konkret pemerintah dalam menindaklanjuti tuntutan dan aspirasi yang disuarakan masyarakat sejak awal tahun lalu.
Selama ini, Jalan Cendrawasih kerap menjadi titik langganan genangan air hingga banjir saban kali musim penghujan tiba. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga sekitar, tetapi juga merusak permukaan jalan dan mengganggu jalannya aktivitas perekonomian lokal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pengerjaan proyek ini sedang berlangsung dengan menurunkan alat berat jenis ekskavator untuk mempercepat pengerukan tanah dan membongkar saluran air lama. Alat berat tersebut dikerahkan guna memperlebar serta memperdalam kapasitas penampungan air sebelum memasuki puncak musik hujan.
Di area sekitar pengerjaan, petugas juga telah memasang papan imbauan warna kuning mencolok yang bertuliskan "MOHON MAAF HATI-HATI!!! PERJALANAN ANDA TERGANGGU SEDANG ADA KEGIATAN PERBAIKAN SALURAN ". Papan peringatan ini dipasang agar para pengguna jalan yang melintas dapat mengantisipasi penyempitan jalur dan meningkatkan kewaspadaan.
Saluran drainase di sepanjang jalan tersebut nantinya akan diperkuat menggunakan struktur u-ditch atau saluran beton pracetak. Pemasangan beton baru ini dirancang agar aliran air hujan dapat mengalir lancar dan cepat menuju saluran penghubung utama tanpa mengendap di badan jalan.
Meskipun aktivitas proyek ini sedikit memberikan dampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di dalam komplek, warga menyambut positif dan memaklumi kondisi tersebut. Masyarakat menganggap gangguan sementara ini tidak sebanding dengan manfaat jangka panjang yang akan diperoleh kawasan mereka.
Proyek perbaikan saluran ini diharapkan dapat rampung tepat waktu sebelum intensitas curah hujan meningkat tinggi. Dengan terealisasinya pengerjaan ini, Jalan Cendrawasih di Komplek Bea Cukai Sukapura diproyeksikan terbebas dari ancaman genangan air dan banjir secara permanen.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar