Lapak Bang Oki yang berdiri tepat di seberang Masjid Raya Baiturrahim ini membuktikan bahwa kuliner lezat tidak harus selalu memiliki gedung permanen. Sebagai warung dadakan yang hanya muncul saat event karnaval besar, kehadirannya menjadi oase bagi para pengunjung yang lapar setelah menyaksikan pawai.
Sensansi Kuah Kental yang "Nandang"
Meski hanya berupa lapak tenda terbuka, di bawah rerimbunan pohon besar, kualitas rasa yang ditawarkan Bang Oki dinilai sekelas restoran. Pengunjung disuguhi aroma rempah yang kuat dengan kuah khas Betawi yang gurih dan otentik.
Bang Oki menyediakan tiga varian utama yang memanjakan lidah:
- Soto Daging Babat dengan potongan daging empuk dan babat yang bersih.
- Soto Ayam yang segar dengan suwiran ayam melimpah.
- Soto Campur bagi mereka yang ingin menikmati perpaduan seluruh isinya dalam satu mangkuk yang hangat.
Kuliner Rakyat, Harga Sahabat
Salah satu alasan mengapa lapak Bang Oki selalu penuh sesak adalah harganya uang sangat terjangkau. Di tengah hiruk-pikuk festival bergengsi yang diresmikan orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut, Bang Oki tetap mematok harga yang ramah di kantong warga sekitar. Rasa yang "super lezat" berpadu dengan harga ekonomis membuat antrean pembeli nyaris tak putus selama dua hari acara.
"Rasaaanya benaran otentikBetawi. Dadingnya nggak pelit dan harganya murah buat ukuran makanan di acara sebesar ini," ujar salah satu warga yang mampir setelah melihat iring-iringan dondang.
Sampai Jumpa di Event Berikutnya
Kini, seiring dengan ditutupnya tenda-tenda di Stadion Mini H. Natrom Nursyamsu, lapak Bang Oki pun ikut berkemas. Karena konsepnya yang hanya buka saat ada event tertentu, para penggemar soto ini harus bersabar menunggu momen karnaval atau festival budaya berikutnya di wilayah Mustikajaya.
Bagi Anda yang sempat mencicipinya akhir pekan kemarin, tentu rasa gurih soto Bang Oki masih membekas di ingatan. Sampai jumpa di Festival Adu Bedug dan Dondang tahun depan dengan mangkuk soto yang sama hangatnya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar