Di Area Restoran Ada Wanita dengan Pedenya Memperlihatkan Payudaranya

Patung Seksi

Kadang saya itu heran dengan acara yang ada di televisi. Dikit-dikit main blur. Patung saja diblur, belum lagi film kartun Doraemon, itu pun ada yang kena blur. Kok sampai begitu ketatnya. Sensornya itu lo, kok ya sampai kebangetan. Tapi bagaimana lagi, memang seperti itu undang-undang dan peraturannya. Saya sebagai penonton ya hanya pasrah dan berserah diri saja.

Ada rasa kecewah kah? Pastinya ya ada. Kalau memang tidak kebangetan vulgarnya, ya mbok jangan main blur. Jika kena blur, ya alangkah baiknya tidak usah lolos tayang di televisi.  Tidak perlu ditampilan di televisi. Ah sekali lagi, aneh dan ayak-ayak wae.

Itu baru acara di televisi. Belum lagi, patung-patung yang ada di tempat wisata, yang mulai dikasih kain kemben. Wah benar-benar kocak. Tapi ya tak apalah. biar tambah indah atau gimana gitu. Atau mungkin biar bagian auratnya tertutup. Atau mungkin, yang nonton tidak terasang. Alias tidak naik sahwat. Masak iya, lihat patung saja, pikiran jadi ngeres dan anunya jadi anu.

Semua kejadian yang saya ceritakan diatas, hanya terjadi di negara sebrang nan jauh disana. Negara antah-berantah. Negara yang jauhnya bermil-mil. Kalau disini mah, masih wajar dan normal-normal saja.

Saya pernah berkunjung ke sebuah mal besar. Luas dan megah sekali. Hampir semuanya bergaya arsitektur Yunani Kuno. Yang jelas mal ini sangat menawan sekali. Jika sudah berkunjung kesana, inginnya main lagi. Pokoknya dibuat betah dan nyaman.

Dan yang menarik. Di area restoran, tempat makan atau kulineran gitulah. Disitu nanti tersaji berbagai menu masakan. Ada dua patung wanita yang telanjang dada. Wanita ini kayaknya masih perawan. Sebab kalau saya perhatikan dengan cermat, kedua payudaranya masih sekel, kencang gitulah. Dan puting payudarnya, bulatan hitamnya belum meluas. Bahkan tidak ada warna hitamnya. Pertanda belum pernah punya bayi, alias belum pernah melahirkan.

Wanita itu dengan percaya dirinya, alisa pede. Bahkan tidak ada rasa malu. Walau banyak orang yang lewat dan melihat, sama sekali dia tidak getar. Bahkan dia tetap aseknya menyunggi sebuah tempayan di kepalanya. Entah apa itu isi tempayannya. Karena saya belum sempat mengintipnya. Ya, mungkin saya lebih terfocus dan tertarik dengan payudaranya. Aduh terlalu seksi betul wanita itu dengan rambut ikal sebahu. Sst, jangn salah, ini ngomongin patung.

Related Posts

17 komentar:

  1. waduh di awal thubmnail artikel sudah diperlihatkan wanitanya mas hehe

    BalasHapus
  2. Wkwkwkwk... Detail banget deskripsi patungnya mas. 🤣

    BalasHapus
  3. Judulnya porno ya... wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak beretika pisan....

      Tapi... kenapa komen disini, coba?

      Suka kan?

      Hapus
  4. jujur saya merasa kena jebmen buka tulisan ini wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Judulnya bikin blogger milenia ga bakal komen... buwekekekek

      Hapus
  5. Akh kirain.. ternyata wanita tembok ea...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita adalah dua pria tuwa yang suka pada wanita tembok kan bray?

      serius nanya

      Hapus
  6. Andai mamang berkesempatan ke restoran itu dan liat ada wanita berpayu dara menyembulkannya dengan pede... ku mamang mah langsung di tegrep dong.

    Komentarku kali ini beretika dong kan? wkwkwk

    BalasHapus
  7. Tau aja mana yang perawan mana yang bukan ha ha ha

    BalasHapus
  8. wahakakak kukira apa bang
    itu klo gak salah aliran seni apa gitu kayak laki-laki yang ga pake CD hehehe

    BalasHapus
  9. wkwkwkwkkwkw, soalnya kalau di TV diliat banyak orang, nah kalau di restoran di liat sebagian orang doang.
    Dan kalau anak-anak biasanya jarang fokus ke hal demikian.

    Sebagai mamak-mamak, setuju saja sih gambar di blur di TV, soalnya belum siap menjawab pertanyaan anak tentang itu? hahahaha

    BalasHapus
  10. Yang kocaknya tuh rokok yg di sensor, anak kecil geh tau kalo itu rokok kenapa harus di bikin blur? Malah kesannya jadi aneh wkwkwk.

    BalasHapus
  11. Jangankan patung mas, la wong film doraemon aja si sizuka roknya diblur. Perasaan dulu gak gitu-gitu amat, kenapa sekarang pada sakit gitu ya otaknya?

    Sebenernya kalo menurut gw semua itu kembali pada mindset kita. Kalo kita menganggapnya biasa aja, ya gak ada yang saru. Tapi kalo emang otak udah ngeres ya gitu jadinya.

    BalasHapus
  12. Sampe detil gitu.. patungnya masih perawan.. hahahaha

    BalasHapus

 
Back To Top