Daun Mengering Kalau Dicuekin Apalagi Hati? Emosi Deh!

Daun Mengering

Jam terus berdetak, waktu menunjukan pukul setengah dua belas malam. Larut malam sudah. Tapi entah mengapa, mata sulit untuk dipejamkan. Pikiran melalang buana, menerawang keangkasa. Gelap gulita yang aku dapatkan. Rimbanya langit, kucoba untuk aku singkap. Entah apa yang aku cari, aku sendiri pun tidak mengerti.

Kurebahkan badan diatas kasur. Pikiranku pun terus mengelantung. Tidak mau diajak pulang. Aku tersesat, aku terperangkap. Aku berteriak, suaraku menggema dan memantul kembali. Ah, apakah tidak ada orang yang perduli denganku? Semakin cemas dan kalut hatiku.

Aku mencoba lagi untuk memejamkan mata. Yang ada sebuah pemberontakan. Mataku terus meronta, enggan untuk berdamai. Bola mataku menyorot tajam, sinarnya menyimpan kemarahan. Kelopak mataku terbuka dan menyemburkan api yang semakin membara.

Hatiku mengering. Semua akibat kurangnya perhataian. Kurangnya kasih sayang. Atau sebenarnya aku pencemburu? Sehingga tidak bisa merasakan rintik-rintik embun yang turun. Ah, mungkin aku yang terlalu kaku. Aku terlalu ego.

"Jangan gini dong mas, saya ngga bisaaa......",
"Saya merasa tidak baik-baik saja"
"Salah saya apa masnya tiba-tiba begini?"
"Maaf jika saya ada salah atau menyakiti hati"

Kalimat pertanyaan terus memberondong. Mirip senapan yang sedang memuntahkan pelurunya. Aku tidak bisa mengelak. Dan aku pun tidak bisa menjawab. Mataku lebih tertuju pada bibir mungilnya.

Biarkan semua mengering. Dan biarkan semua menjadi cerita. Emosi di hati ini, suatu saat akan surut dengan sendirinya. Aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diri. Seandainya kau tahu, bahwa sesungguhnya aku mencintaimu. Tapi aku sadar, bahwa aku tak kan bisa memiliki dirimu. Biarkan daun berpisah dengan rantingnya. Seperti halnya diriku, akan menjauh darimu. Selamat jalan kasih.

Related Posts

13 komentar:

  1. Cieee, yang sedang Bergembira.... :)

    #Kaborrr ahhh...ntar di timpuk pakai daun Kering, hahaha.....

    BalasHapus
  2. Daun yang mengering itu bukan tanpa alasan, mereka berjatuhan dan akan menjadi pupuk untuk daun muda baru yang bermunculun "Might Guy aka Guy Sensei.. hahah

    BalasHapus
  3. Waduh ini novel apa nyata mas, tumben tumbenan cerita romansa begini mueheheh

    BalasHapus
  4. Daun aja kering kelamaan bisa menjauh dari tangkainya
    Apalagi hati

    Eiitssss

    Hahahahaha

    BalasHapus
  5. Biarkan daun mengering, hati terluka, tapi harga diri jangan ikut2an hehe

    BalasHapus
  6. Sini aku sirami
    Biar daun tetap hijau setiap hari

    :)

    BalasHapus
  7. Haduh, mas djangkaru galau lagi kah....?

    BalasHapus
  8. Pujangga lagi galau euy hehehe.

    BalasHapus

 
Back To Top