Derita Cinta yang Tak Kunjung Usai, Pilu dan Pirih Dirasa

Derita Cinta

Surya yang perlahan pasti kan meninggalkan istananya. Keperkasaannya yang begitu hebat harus merelakan untuk ditanggalkan. Semburat warna jingga semakin tampak jelas. Surya sebentar lagi tenggelam. Sinarnya mulai redup dan akhirnya menghilang. Malam segera datang. Rembulan dan bintang yang akan menggantikannya. Atau bisa jadi, kunang-kunang dan lampu jalanan yang akan lebih berwibawa. Jika dilangit ada awan mega. Ah, aku hanya bisa menerka.

Aku pun tetap sendiri. Memandang jarum jam dinding, yang seakan-akan malas untuk berputar. Enggan berdetak. Sepertinya dia bosan. Lelah untuk bergerak. Atau dia jenuh dengan kehidupannya yang menjemuhkan. Hanya berputar dan terus berputar. Berdetak dan berdetak. Tidak tahu untuk siapa dia melakukannya. Dia dalam kepayahan.

Oh, jam dinding. Kenapa nasibmu seperti diriku. Atau mungkin kau hanya meledek dan mentertawakanku? Ya, kau gembira dengan luka hatiku kah? Luka yang tidak berdarah, tapi rasanya sunguh menyakitkan. Luka karena patah hati. Sakit karena pupus cinta.

Ah, cinta. Aku masih ingat pesan mesenger teakhirnya. "Jangan kau buat aku terus menangis, mas". Sang kekasih yang telah pergi. Memilih menikah dengan pria lain. Membuang diriku dengan begitu saja. Tanpa pesan dan tanpa undangan. Tahu-tahu, dia sudah sah menjadi istri orang.

Aku ingin bahagia tanpa syarat, seperti dalam lagu Wahyu Kolosebo. "Mugi ingsun bingah tanpo piranti". Biarkan kekasih pergi. Aku pun juga tidak pernah menagih janji yang pernah dilontarkan. Biarkan semua menjadi kisah. Cerita kelam. Aku dan kau, kini punya jalan yang berbeda. Dipersimpangan jalan, yang tidak akan menyatu kembali.

Semoga kau tidak merasakan kekecewaan yang aku rasakan. Piluh dan perih. Hati tersasat sembilu. Teriris-iris. Cukuplah sampai disini. Jangan kau kenang aku. Jangan kau tangisi apa yang telah terjadi. Lupakan. Dan aku pun akan melupakanmu. Kan kukubur semua kisah dalam-dalam.

Related Posts

18 komentar:

  1. Oh, jam dinding. Mengapa kau terus berjalan? Sementara aku sakit? 😊

    BalasHapus
  2. Semoga segera mendapatkan ganti yang lebih baik

    BalasHapus
  3. Jadiin buku novel saja mas, tanggung kurang banyak dan detail he...

    BalasHapus
  4. Sungguh terlalu wanita yang telah meningalkanmu mas!!!

    BalasHapus
  5. good post 😊 would you like to follow each other? if the answer is yes, please follow me on my blog & i'll follow you back. https://camdandusler.blogspot.com

    BalasHapus
  6. Semoga jam nya tidak mutar balik hehe
    Menyentuh semoga dpt yang lebih baik lagi

    BalasHapus
  7. Tapi jangan lupakan aku
    Sebab masih ada rindu
    Dari silam tak layu
    Bertanya kabarmu

    :D

    BalasHapus
  8. sedih sekali ceritanya..

    BalasHapus
  9. itu kisah cerita Mas Djangkaru kah ? ... sungguh sangat memilukan cerita nya hihihiii...

    BalasHapus
  10. Hikayeyi pek anlamadım ama üzücü bir hikaye gibi ...

    BalasHapus
  11. Duh kok berasa ikut perih yah

    BalasHapus
  12. Wah.. Pilu, miris banget ini mah. Apa ini dari pengalaman pribadi mas?

    BalasHapus
  13. semoga mendapatkan yang lebih baik lagi kang

    BalasHapus
  14. Begitulah cinta deritanya tiada akhir

    BalasHapus

 
Back To Top