Untuk Sebuah Nama yang Pernah Singgah di Hati

Untuk Sebuah Nama yang Pernah Singgah di Hati

Aku baru pertama kali mengalami atau merasakan cinta yang sesungguhnya. Rasa cinta yang luar biasa. Sebuah rasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Cinta yang begitu menggebu, rindu yang begitu menggelora. Sehari tidak bertemu, dunia terasa kiamat. Gelap pekat. Betapa berartinya dia bagiku. Betapa aku selalu merindu.

Angin semilir, tidaklah semilir hembusan nafasnya. Lembutnya sutra tidak selemut sentuhan tangannya. Merdunya kicau burung, tidak semerdu suaranya. Tajamnya mata elang, tidak setajam tatapan matanya. Dia benar-benar bidadari, wanita yang sempurna dengan tahi lalat di ujung mata sebelah kirinya.

Dan aku pun percaya dengan kata-kata cintanya. Sehingga semakin memantapkan hati ini untuk benar-benar memilikinya. Aku ingin memiliki seutuhnya. Aku ingin sah dalam sebuah ikatan suci. Yang akan lebih melekatkan dua hati. Tidak hanya sekedar sebuah janji yang menggantung dilangit. Aku ingin mewujudkan itu.

Aku benar-benar mabuk dalam buain asmara. Dia benar-benar pandai merayu dan mampu meluluhkan kerasnya sifatku. Di hadapannya, aku bagikan anak kecil yang merengek untuk dimanja. Haus kasih-sayangnya. Aku selalu mencuri perhatiannya.

Ternyata, semua yang aku dapatkan adalah sebuah sandiwara belaka. Semu dan palsu. Sekedar acting yang dibuat-buat. Aku tertipu. Betapa kecewanya diriku. Dan betapa sakit hati ini. Remuklah harapanku. Sirnalah impianku. Yang tersisa hanyalah sebuah kebencian. Kemarahan yang bertumpuk-tumpuk.

Cinta yang berakhir dengan dendam menggunung.  Yang tidak akan bisa diruntuhkan oleh waktu. Gelombang tsunami pun tidak mampu menghempaskannya. Begitulah cinta, jika berakhir dengan kecewa. Aku tidak pernah bisa mengingat lagi kebaikan yang pernah dia lakukan. Semua telah digantikan oleh kebencian.

"Kau terlau baik untukku", kata yang pernah dia ucapkan saat ingin mengakhiri hubungan. Dan aku pun tahu makna dari kata itu. Karena ada pilihan lelaki yang lebih baik dariku. Tanpa sepengetahuanku, dia menjalin asamara dengan lelaki lain. "Kau terlalu baik untukku", punya arti kata "Kau terlalu miskin buatku". Bagaimana, apakah pembaca budiman pernah diputus cinta dengan alasan kata seperti itu? Jika iya, berarti anda miskin dihadapan mantan kekasihmu. Kasihan deh, ternyata anda senasib denganku.

Related Posts

20 komentar :

  1. Cinta itu membutakan mata, kehadirannya bisa datang dan pergi kapan saja, ketika dia datang kita begitu bahagia, ketika ia pergi kita begitu kecewa...

    Jangan salahkan cinta, salahkan diri sendiri... Salah sendiri siapa suruh kamu jatuh cinta... |o|

    BalasHapus
  2. Moga dapat pengganti yang lebih baik..Saya doakan di sini...Aamiin

    BalasHapus
  3. Semoga Allah gantikan dengan dia yg lebih baik dan lebih pantas untuk dicintai, aamiin. .

    BalasHapus
  4. Entah ini hanya sekedar artikel, entah juga kisah nyata mas djangkaru aku gak tau. Tapi yang pasti ceritanya memang umum terjadi. Namun saat membaca artikelnya dgn hayatan yang dalam, sumpah mau nangis rasanya.. yahh... Begitulah cinta bila berakhir kecewa...
    Jika ini benar terjadi sama mas,
    Buktikan mas, bahwa suatu saat nanti semua akan terjawab dan mas akan balas omongannya : kamu terlalu bodoh menganggap aku orang baik..

    BalasHapus
  5. tragis juga ya mas.
    sakit dan kecewanya kebanyang.
    Harus d ditunjukan bisa lebih baik tanpa kamu...

    BalasHapus
  6. sedih banget mas diputus karena harta, cari yang baru yang tidak matre

    BalasHapus
  7. sama seperti yang aku rasakan om. tapi apalah daya jika cinta tersebut berakhir tak sesuai dengan harapan

    BalasHapus
  8. Oh my Gosh! Itu semua terjadi kayaknya karena semesta sedang memdidik kita untuk menemukan rasa kebijaksaan, kearifan dan kasih sayang yang jauh lebih manusiawi daripada sekedar cinta berahi...maaf kalau salah

    BalasHapus
  9. Turut berduka cita mas abis diputusin. Semoga bisa dapat pengganti yang lebih baik. Aamiin.

    BalasHapus
  10. Untuk sebuaaah namaaaaa (lagunya Meriam Belina ini ;p) hahaha.

    BalasHapus
  11. maaf ya mz bukan mau ngatain atau gimana, tapi rasanya seperti hiperbola saja , tuh buktinya bisa lupa kok hihihi

    BalasHapus
  12. Semua akan indah pada waktunya nanti.

    BalasHapus
  13. Sehari tidak bertemu, dunia terasa kiamat. Gelap pekat. Betapa berartinya dia bagiku. Betapa aku selalu merindu.


    mas, ayat ini serupa lyric lagu sahaja hahahahahaha

    BalasHapus
  14. Semoga tabah mencari cinta yg lainnya

    BalasHapus
  15. Kalimat klise yang mematikan :p

    BalasHapus
  16. 😁😁😁😁 mbelgedes.. Nyesek bacanya.. udah serius endingnya nyebelin. 🙄🙄🙄

    BalasHapus
  17. Tenang bang, abang cuma kehilangan orang yang nggak cinta sama abang, sedangkan dia kehilangan orang yang bener-bener cinta sama abang. Semangat terus :-d

    BalasHapus
  18. hemmm..hiperbola sekali, kata2 yg egois

    BalasHapus

 
Back To Top