Rahasia dan Makna dari Peristiwa Tuhannya Tik Tok

Rahasia dan Makna dari Peristiwa Tuhannya Tik Tok

Dunia maya itu selalu ada hal baru, ada hal yang menggemparkan. Menarik untuk diperbincangkan. Idealisme kehidupan ini terasa hanya ada di dunia maya. Dunia yang begitu mempesona dan memabukan. Dunia yang tampak begitu menjanjikan dan penuh perhatian. Dunia maya menyimpan segala kesempurnaan. Dunia mayalah tempat mengantungkan segala harapan dan impian.

Ya, dunia maya tampak begitu sempurna dan begitu indahnya. Menggoda hati setiap insan manusia. Apa yang ada di dunia maya, ingin rasanya menjadi kenyataan di dunia nyata.  Tapi apa yang terjadi jika hal itu sebaliknya? Setelah berjumpa dengan sang idola tik tok, kecewa hati. Ternyata tidak setampan dan seputih yang digambarkannya.

Sang Tuhan Tik Tok pun dibully bertubi-tubi. Anak berusia 13 tahun itupun menjadi sasaran caci-maki. "Siapa yang dibesarkan oleh media sosial, suatu saat akan ditenggelamkan oleh media sosial itu sendiri". Dunia maya itu sungguh kejam sekali. Jika tidak kuat mental, streslah sudah.

Kita sering disuguhi atau dicekokin lewat tayangan media televisi. Manusia sempurna itu, harus berkulit cerah, tinggi, berbadan langsing, hidung mancung, bola mata berwarna kebiruan dan berambut pirang. Jika manusia berkulit gelap? Cocoknya hanya menjadi bahan olok-olokan. Paradigma yang tampak abadi sepanjang masa.

Tapi saya sangat bersyukur. Belum menemukan seorang blogger yang ikut terbawa arus, untuk membullynya. Itulah manfaat dari menulis, tidak hanya sekedar menyampaikan apa yang ada dibenak pikirannya. Tapi juga mencoba untuk belajar memilah-memilih kata terbaik agar menjadi sebuah susunan kalimat yang enak dibaca. Hal seperti itu, pastinya sangatlah tidak mudah.

Related Posts

26 komentar

Hehehe.. Padahal aku menulisnya juga loh tentang tik tok di uc news, tapi gak bully sech cuma ngambil sisi humanisme saja

Baru pengen bully nulis di blog, eh gak jadi deh, ntar malah blog saya jadi buruk dimata pengunjung, hehehe.... Karena isinya konten negatif kebencian. Tapi, ah sudahlah, yang saya dan anak keturunan saya gak ikutan arus seperti ini. SEmoga saja!

Kadang terlalu ambisi agar ertikel blog banyak. Itulah saya ...kwkwkw

Syukurlah bang djangkaru tidak ikut membuli, saya merasa kasihan melihat anak 13 tahun dibully bertubi-tubi, ada tekanan mental yang luar biasa...

Semoga anak itu kedepanya, bisa move on dari tik tok, beralih ke hal-hal yang lebih positif.

Yuk akh kita selalu membiasakan diri untuk memilah kata-kata ataupun tulisan yang tidak menyinggung orang lain atau menyesatkan.

lagi viral si tik tok ini

Mulutmu harimaumu, begitu ungkapannya, semoga kita selalu bisa berbagi kebaikan. hehehe.

sejak pelatihan jurnalistik ini lah PR saya seperti yang disampaikan pada postingan kali ini "belajar memilah-memilih kata terbaik agar menjadi sebuah susunan kalimat yang enak dibaca "

Cukuplah menjadi penulis sederhana yang mengulas soal keseharian. Tidak perlu menjadi terkenal, sekedar jadi teman berbagi, itu saja sudah merupakan kepuasan yang tak ternilai harganya.

Alhamdulillah, saya tidak ikut dan sebenarnya baru tahu tik tok saat ini saja. Thanks.

Hehe kirain mau nulis soal aplikasi yang lagi rame itu 😁. Semoga semua dapat pelajarannya

aku nggak terlalu ngikutin tik tok. apa itu pula, kurang suka ngikutin berita yg lagi trending. mending tidur aja kalo capek. he he.

Saya malah baru kenal tiktok setelah rame mau di blokir. |o|

Iyaa!! Saya pribadi menganggap tentang Tik-Tok itu masalah anak kecil yang lagi senang2nya main...

Namun bila melihat kasus bully membully yaa!! mungkin itu Senjata makan tuan bagi si Tik-Tok itu sendiri..Dan saya pribadi tidak ikut campur dan tidak tahu...😄😄😄

Memang pengaruh dumai begitu memberi pengaruh dan daya pesona yang memikat....😱😱😳 Namun tidak bisa menjadi Fakta nyata Didunia pana....Dan hanya sebagian kecil saja..😄😄

iya kemaren sempat geger di sedunia jagat maya, saya sendiri belum tahu apa saja yang di muat dalam aplikasi tik tok itu ya..?

masih hangat buat dibahas ya

Ini kembali lagi kepada diri kita sendiri, terutama orang tua. Untuk selalu mengawasi atau membatasi anak menggunakan smartphone.

saya rasa tik tok lebih banyak negative berbanding positive

Aku rasa gak ada manfaatnya untuk membuli, cukup doakan yang terbaik :)

saya cuma mau ingatkan pada para penggemarnya yang mungkin mengganggap itu olok-olok tapi itu sungguh sudah dihitung sebuah perkataan yang mengeluarkan kita dari keislaman , mau bikin agama baru , tuhannya lain waduh agama bukan untuk olok-olok nak

Untung gua ga ikutan hehehe

sejak Bowo tik tok banyak di undang ke acara tv dan para youtuber kita jadi tahu cerita yang sebenarnya kok.

ternyata dia cuma dimanfaatin aja. Niat asalnya sih baik, berkarya lewat tik tok, ga ada masalahnya tuh

http://tz.ucweb.com/7_2ucAC

Setuju Kak, jangan sampai kita ikut membully atau berkata-kata tak pantas di internet.

saya aja baru tau tiktok kemarin kang di tv, kalau enggak mana tau aplikasi begituan hehee.. jangan lah kita membully, apalagi kita sama2 ciptaan allah ya kang

Terimakasih atas kunjungannya
Jangan lupa untuk memberikan komentar

 
Back To Top