Akibat Melipat Jarak dengan Sang Mantan

Melipat Jarak dengan Sang Mantan

Media sosial mampu mendekatkan saya dengan orang yang pernah jauh. Walau sebenarnya jarak rumah saya dengan sang mantan itu masih dalam ukuran sejengkal kaki. Tidak sampai 100-an meter. Tapi dengan adanya media sosial, terasa semakin tidak ada jaraknya. Begitu dekat, seakan-akan saya dalam ruangan kamarnya, saat saya berchating ria. Atau saat saya  diam-diam mengintip time line di akun media sosialnya. Ah sang mantan, ternyata masih ada hal yang menarik untuk saya perhatikan.

Melipat jarak dengan sang mantan, tidaklah mudah sekali. Takut goresan luka yang pernah kering akan berdarah lagi. Rasa sakit dicampakan akan terngiang-ngiang lagi. Rasa patah hati akan menguak kembali. Bukan berarti saya masih menyimpan dendam. Bukan! Karena masa lalu biarkanlah menjadi masa lalu. Hanya sebuah cerita yang tidak akan bisa terulang kembali.

Ah kenapa, tiba-tiba sang mantan mengajak pertemanan di media sosial. Tidak ingin meng-add, tapi jemari sudah kadung  mengklik menerima pertemanan. Aduh, jiwa dan raga ini tidak bisa diajak bekerjasama. Atau sebenarnya saya hanya penasaran dengan kehidupannya? Atau sebenarnya saya ini  masih punya rasa? Entahlah.

Sang mantan, kini sudah menjanda tiga kali. Kok bisa? Sedangkan saya dulu benar-benar ingin menjadi suaminya. Ada niat untuk melamarnya. Menuju kepelaminan. Rencana itu kandas, karena dia memilih orang lain. Ternyata dia, diam-diam mendua hati tanpa saya sadari.

Pertanyaan demi pertanyaan menggerumbul diubun-ubun kepala saya. Setiap lelaki yang menjadi suaminya tidak bertahan lama. Dalam hitungan bulan, lelaki atau suaminya tersebut kabur dan menceraikannya. Apa yang kurang didalam diri sang mantan?

Wajah cantik dan berbody seksi. Suaranya juga lembut, begitu manja dan menggoda. Selama saya pacaran dengan sang mantan, tidak menemukan kekurangan dalam dirinya. Lantas dimana yang menyebabkan suaminya itu tega meninggalkannya? Sebuah pertanyaan yang mengganggu tidur saya.

Lah, ngapain saya ini jadi mikirin sang mantan ya? Kenapa tidak memikirkan diri saya sendiri. Bagaimana caranya agar tidak terlalu lama menjomblo. Jones, jomblo ngenes. Sang mantan saja sudah tiga kali menikmati indahnya malam pertama. Belah duren berulang-ulang. Terus saya kapan?  Ah semua ini akibat dari melipat jarak dengan sang mantan!

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Back To Top