Satria Bima X Rawat Inap di RSUD Koja

Satria Bima X Rawat Inap di RSUD Koja

Satria Garuda Bima X, kini harus pasrah dan menyerah. Kekuatan tubuhnya kini melemah. Kesaktian jurus apinya tidak mampu mengalahkan monster-monster penyakit yang menyerang tubuhnya. Terbaring tidak berdaya. Ternyata tidak ada yang abadi di dunia ini. Apapun bisa datang dan pergi, semuanya tanpa permisi. Selalu ada hal yang mengejutkan, entah duka atau tertawa.

Dulu Bima X yang dipuja-puja akan kesaktiannya dan suka menolong terhadap sesama. Kini merasa kesepian. Tubuhnya terbaring di ranjang kamar. Lunglai. Tubuhnya tidak bisa selincah dulu. Lidahnya kaku, membisu menahan ngilu. Tulang-tulang kian rapuh dimakan usia. Ah, waktu memang terus berjalan dengan kejamnya memakan setiap kesempurnaan. Yang dulu diagungkan, kini bersimpuh mengakui kekalahannya.


Tubuh Bima X menggigil. Ada rasa ketakutan. Meratapi apa yang telah pergi, tidak berguna lagi. Mengenang masa kejayaan tidak ada nilainya lagi. Menyesali apa yang telah berlalu, terasa merugi. Biarlah semua berjalan, Bima X harus tetap berjuang. Harus tetap maju, jangan sampai tergilas perkembangan zaman. Teruslah melangkah nak ! Walaupun akhirnya harus kalah, yang penting kau telah berupaya untuk melawannya.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Back To Top