Heboh Dianggap Berbusana Kurang Sopan Pelari Dihadang Warga

Heboh Diangggap Berbusana Kurang Sopan Pelari Dihadang Warga

Selalu ada berita heboh di media sosial. Selalu ada hal yang menarik untuk diperbincangkan. Tidak pernah kehabisan bahan untuk diolah dan diongseng agar menjadi santapan obrolan. Seruput kopi, berteman ubi rebus, jemari berselancar didunia maya.  Hemm, hidup saya ini sungguh indah sekali. Kehidupan telah dimanjakan teknologi digital. Dunia terasa dalam genggaman.

Kali ini ada berita heboh. Seorang pelari yang melintasi disebuah perkampungan daerah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Jogjakarta. Ditegur beberapa warga karena dianggap berbusana kurang sopan. Video ini berdurasi singkat sekitar satu menitan. Dalam video ini juga menunjukan, ada seseorang warga yang begitu emosinya sampai merenggut sebuah kayu yang ada dipinggir jalan. Si perempuan perekam pun berteriak histerisnya "Yo wis ojo ojo nganggo kayu". Walau tidak terjadi sebuah penganiayaan atau kekerasan. Tapi video ini sungguh viral di media sosial facebook. Pro-kontra pun terjadi. Saling adu argumentasi dan caci-maki.

Hal seperti ini menjadi bahan masukan untuk panitia acara. Seharusnya panitia mempelajari rute-rute yang akan dilintasi pelari. Melakukan survai budaya dan karakteristik masyarakat yang akan dilalui. Adat dan istiadat budaya sekitarnya harus dihormati. Para peserta pelari juga harus diberi pengarahan. Busana seperti apa  yang layak untuk dipakai. Sehingga tidak terjadi kegaduhan atau keributan serta kesalahpahaman seperti ini.

Pengalaman yang berharga untuk kita semua. Jangan meremehkan budaya dan kearifan lokal. Yang penting peristiwa ini sudah  saling berdamai. Karena hal ini, hanya kekurangsigapan panitia. Sosialisasi ke masyarakat yang minim. Akhirnya pelari yang harus menjadi korban. Bukannya badan sehat, tapi justru sakit hati yang didapatkannya. Yo wis, ayo lari lagi!

Related Posts

48 komentar

Kasian amat, lagian, masa lari mybe dsruh pake brongsong x. Sama hal nya berenang suruh pake kaen hahahaha

Dilema juga ya,mas ...
Masalahnya kostum yang digunain memang kostum untuk sport.

Wahh gamping? Panitianya sih yg salah nentuin rute ini mah. Kalo di kota sih gak masalah itu. Ini mah treknya masuk desa. mbak2nya juga sih wkwk padahal agak panjangan dikit juga ada celana itu mah

Kasian, pasti syok banget tuh cewek 😁

Panitianya juga kelewatan. Kalau rutenya jalan utama, beraspal, mungkin orang sekitar juga sudah mafhum dan bisa mengerti, kalau ambil rute kampung, masuk gang, lebih-lebih tdk pakai sosialisasi, bisa timbul yang seperti ini.

kasian bang pelarinya jadi korban, ikut prihatin, lagian warganya apa gak tau ya kalo itu pelari, kok main hadang jadang aja

Hem ini dia, rute yang dilalui kudu di survey dan diberi info yang jelas, saat ada sepeda santai di daerah kami malah warga dengan senang hati menyediakan makanan dan minuman untuk peserta
keren kan, hehe ..,,

Bener bangat mas ddjangkaru, harus sesuai dengan aturan dan norma yang ada.. Minimal kalau harus lari ke daerah perkampungan bajunya lebih tertutup karena orang-orang pasti akan risih melihatnya.. Lebih ditingkatkan lagi peraturan mengenai bajunya juga ya mas agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan

Ya ampun, nggak pakai kayu juga harusnya ya. Hmmm, buat pelajaran biar lebih hati2 kl berbusana di lingkungan masyarakat

Kalau bisa cari rute di jalan besar saja biar peserta keamanan dan kenyamanan juga terjamin.

Apalagi di daerah perkampungan yang masih teguh memegang tradisi.

Kalau panitianya menyosialisasikan dengan baik, pastinya masyarakat akan menyambutnya dengan baik.

Mungkin dikiranya olahraga santai

Nah itu panitianya ngawur amat, jalan besar gitu kek.

Langsung tidak bisa tidur

Panitianya cari aman dan enaknya

kostumnya tepat, hanya masuk didaerah yang tidak tepat

Ini sebenarnya yang salah siapa ya?? Sampe lebay segitunya. Kan namanya juga olahraga, ya moso pake kain sarung sama peci. Lagian warganya juga terlalu berlebihan, kalo mau negur, yang baik-baik lah, jangan asal comot kayu. Untung ada kayu ya bang, coba kalo adanya cuma tai kotok, apa mau diambil juga??

Saya menilai sih terlalu berlebihan, dan benar kata bang Djangkar, harus dipersiapkan dengan matang, jangan sampai terjadi lagi di kemudian hari...

Wah, kasian juga

Tapi jujur emang cewe cewe jaman now kalo lari emang pakeannya kelewat minim sih

Seolah-olah gak ada kostum lari yang lebih sopan aja

Salah masuk daerah yang menjadi rute larinya, seharusnya emank di survey dulu

Betul, panitia humasnya mungkin kelupaan ya

Intinya dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, gua yang sering asal-asalan ngomong ngelantur, bakalan menjaga omongan gua ketika ke suatu daerah hehe

Wah untung bukan ente pelarinya...heeee

kita ga bisa salahkan yang mana2 sih , tapi sebaiknya kita harus selalu ingat dengan pepatah ini, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung,

kita mengikuti tradisi yang ada di suatu daerah, jadi evaluasi untuk panitia, sebaiknya menghormati juga

Pakaian olahraga gk harus kayak Gitu juga kan Mz, yang lebih sopan misal training kan bisa

Duh.. Jadi kapok ga itu mbak2nya. Mudah2an ga tapi bisa lari dg pakaian lebih sopan untuk yg selanjutnya

Mungkin dikiranya panitia lihat pelarinya warga akan senang hiburan, ternyata dugaannya salah

Lucu sih, emang dunia ini gak ada habisnya untuk dioerbincangkan...
selalu aja ada salah paham, paham salah dan salah kamu..

Kasihan
Pelari yang dianggap tak sopan
Padahal pakaian lari betulan

semoga ada hikmah dibalik itu semua, tidak hanya dari si pelari tapi juga dari si penghadang...

Kayaknya bakalan kapok tuh pelarinya. Jadi trauma.

Berita ini pernah saya liat disitus besar, namun waktu itu belum sempat bacanya, akhirnya baca juga di situs Mas Bumi ini. Tuntas dah rasa penisiran saya, hahahah.... :)

ealah, malah jadi gini ya kasusnya. ini org indo suka memviralkan sesuatu yg kemungkinan akan jadi viral, sadeeeeeeeeeeeeees abies. ha ha.

link video nggak ada ini?

mungkin si bapk itu bapaknya kali mas. tadi pagi anaknya lupa pamitan. makanya di marahi :D

wkwk.. pinter nyari tema bang jangkar ini.. ^^
enak2 lari.. di hadang.. di ceramahin.. pulang2 bawa kerudung tuh.. ^^

Di balik sebuah kejadian pasti ada hikmahnya, hmm...

Betul mas, dimana bumi di pijak di situ langit di junjung
kita juga harus menghargai setiap budaya setempat
panitia memang yg seharusnya bisa lebih hati2 lagi

usah lama saya ga mampir

Hemm...seandainya saja pelari-pelari itu lewat di depan saya, tentu akan berbeda perlakuannya. Bisa bikin heboh lagi...hehehe

tapi klo di kampung2 ya agak ke bawah itu celananya
beda klo di car free day hehe

Ya Allah harusnya ceweknya olahraga di tempat lain aja :D

jadi sebuah pengalaman berharga mas ini barusan terjadi seperti ini

Kita ambil pelajaran aja dari kejadian ini man-teman, sesuatu yang kita anggap wajar dan biasa, belum tentu wajar atau biasa menurut orang lain, jadi dalam mengambil atau melakukan tindakan/sesuatu perbuatan, sebaiknya mempertimbangkan cara pandang orang lain, itu perlu sekali menurut saya..

Kalau panitianya ngasih tembusan ke RT dan Rt menginfokan ke warga, tentu tdk terjadi hal seperti ini ya mas

Semoga menjadi pelajaran bagi semuanya ya, baik itu panitia, warga maupun pelarinya sendiri.
Jadi besok2 hal serupa tidak terjadi lagi :)

Terimakasih atas kunjungannya
Jangan lupa untuk memberikan komentar

 
Back To Top