Djangkaru Bumi

Catatan dan gagasan tentang kehidupan, bisnis, jaringan sosial, budaya, wisata, kuliner dan komunitas

Acara Debat di Televisi Kurang Mendidik

Pasang Iklan
Acara Debat di Televisi Kurang Mendidik

Saya sering melihat acara perdebatan stasiun televisi negeri Antabrantah. Perdebatannya seru sekali. Nada tinggi, mengertak bahkan ada yang mengancam, main teluncuk kewajah lawan debat sepertinya menjadi hal lumrah. Nah, kadang ada yang unik juga, ada peserta debat yang suka memotong atau menyela pembicaraan peserta lain. Ah ternyata mendengarkan itu lebih susah. Orang cenderung ingin bicara dan didengarkan. Tapi tidak  mau mendengarkan pendapat orang lain. Merasa dirinya yang paling benar dan pintar.

Tapi ada yang lebih lucu juga, moderatornya berlagak sok pintar. Seakan-akan menguasai segala hal. Keilmuan nara sumber diremehkan. Kalau dipikir-pikir, moderator atau pewawancara kan hanya penguasai pertanyaan saja. Hanya pandai bertanya.

Dan saya pernah menyaksikan perdebatan yang isinya orang-orang penting. Petinggi negara hadir, pesertanya bergelar pendidikan tinggi. Sekaliber profesorlah. Saya akui, orang sepuh ini memang pintar dan pandai, tapi sayang cara menyampaikan pendapatnya kurang santun. Terkesan, mengecilkan lawan debatnya. Sedangkan lawan debatnya ini pangkatnya sudah bintang empat. Dan saya juga memperhatikan raut mimik sang jendral ini, sedikit memerah menahan marah.

Acara Debat di Televisi Kurang Mendidik

Apakah peserta atau nara sumber debat lupa, bahwa acara debat itu ditayangkan stasiun televisi. Disaksikan orang banyak, penontonya dari belahan dunia. Paling tidak keluarga lawan debatnya ikut menonton. Apakah mereka tidak memperdulikan perasaan keluarga lawan debatnya? Keluarganya yang nonton dirumah pastinya ikut bersedih, tidak terima jika suami/ayahnya dipermalukan.

Acara debat itu kan bukan mencari siapa yang benar atau siapa yang salah. Itu sekedar acara untuk menyampaikan pendapat atau argumentasi. Mempertemukan aneka pendapat. Kesimpulannya nanti tetap berada pada penonton acara.

Ada yang membuat saya salut, kadang peserta debat yang dianggap kekirian justru lebih tenang. Pembawaannya lebih santai, tidak mudah terpancing emosinya. Atau dia sadar, ealah...menang-kalah, benar-salah tetap dapat honor ini. Untuk apa ribut-ribut, ah semelekete ! Ingat ya, itu acara debat stasiun televisi negeri Antabrantah. Kalau di negeri kita, Alhamdulillah, santun dan penuh dengan nilai edukasi. Penonton tercerahkan, sekaligus terhibur.

Pasang Iklan
Iklan

17 komentar

Sayangnya aku nggk pernah di undang debat, kalau diundang aku pilih duduk manis aja deh
senyum sana senyum sini, durasi, iklan ....

sebenarnya saya jarang nonton debat bang kurang suka dengan debat

Untung saya ga suka nonton tv, lebih suka nonton movie :D

alhamdulilah, nggak pernah lagi ihat televisi. kalaupun ada debat. ganti channel. heheheh

so berarti debat dan diskusi itu beda, debat itu untuk cari kesalahan orang lain dan diskusi untuk memecahkan masalah :v cape sih kalau debat,, apalagi kalau yang debatnya belum minum obat...

masa sih gak pernah liat teelevisi ?? dah kaya di jaman batu aja :v

Bagaimana jika debatnya diwaktu anak sudah tidur diatas jam 12 malam tapi gpp semoga ada hikmahnya dan bagi orang tua harus bisa membimbingnya.

nah berarti itumah bukan kategori debat mang,, tapi uji nyali... wkwkwk :v

kalau topiknya menarik, saya lumayan rajin menyaksikan debat di Tv berita itu. Yah, ada benarnya tapi ga selamanya juga perdebatannya ngeyel, lumayan banyak juga nasrsum yang memang berpendapat sesuai bidang keahliannya dengan santun dan bersahaja, tidak gampang terpancing emosi. Ini kelihatan banget kualitasnya sebagai cendikiawan, terlepas apapun pangkat dan posisi yang didudukinya.

kalo saya suka nonton debat antara komentator sepak bola. seru sekali, biasanya ngebahas stTISTIK GITU.

OIYA MAS BLOGMU TAK FOLLOW BIAR NAMBAH TEMAN. BLOGKU JUGA DIFOLOW YAK, SALAM.

Lebih asek begitu ya, yang penting pulangnya dapat honor :)

Asek juga jika punya narasumber seperti itu. Penonton tercerahkan pastinya.

saya nonton debat yang hiburan doang..ILK misalnya..ya emang tujuannya nntn cuma buat hiburan..kalo nntn debat yang serius tp ga ngerti yang didebatin ntar malah jadinya cuman terombang ambing kebawa arus, makanya mending gausah nntn sekalian..

Makanya di rumah saya jarang nonton acara debat kang, mendingan nonton acara keluarga buat hiburan, banyak anak kecil soalnya, kalau acara debat yaitu tadi kurang cocok buat anak-anak dan kurang bermanfaat.

Aku pribadi udah jarang banget lihat tv, terlebih di prantauan..hehe
Kalau pun lihat kalau lagi makan, itupun sekilas..hehe
Jarang juga lihat debat gitu mas.

Terimakasih atas kunjungannya.

IBX59AAC28D63346
  0818 0633 2020
  Copyright © 2011- - Powered by Blogger
Back To Top