Djangkaru Bumi

Catatan dan gagasan tentang kehidupan, bisnis, jaringan sosial, budaya, wisata, kuliner dan komunitas

Langit Sang Mantan

Pasang Iklan
Langit Sang Mantan

Jogjakarta, cerah. Langit berwarna biru sedikit tersapu tipis awan putih. Tidak biasanya aku betah berlama-lama duduk didepan jendela, sambil menatap ke angkasa. Hal yang jarang sekali aku lakukan. Kupandangi langit, dan pikiranku pun menerawang jauh. Menelusuri rimbanya masa lalu. Aku tebas rumput sedikit demi sedikit, yang menghalangi pemandangku.  Aku sibakkan, rerantingan yang melintang. Aku harus berjalan mengendap-ngendap, aku atur nafas agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Langit Sang Mantan

Ketenangan hati dan pikiranku harus tetap terjaga. Jangan sampai terusik akan keindahan masa lalu. Masa yang telah lama terlewati. Masa yang begitu romantis bersama sang mantan. Walau semua harus berakhir memilukan. Meninggalkan duka, menggoreskan lara. Lara yang tidak pernah mengering. Sedikit tergores, darah kepedihan mengalir kembali. Bau amis dan tengiknya menyesakan hati. Semua karena aku terlalu mencintaimu. Cinta yang terlalu berlebihan, dan berakhir dengan kecewa.

Masih aku ingat betapa lembutnya kulitmu. Wangi parfummu membangkitkan gairahku. Suaramu meluluh-lantahkan kegaranganku. Dihadapanmu aku tidak berdaya, selalu ingin dimanja. Aku menemukan betapa indahnya surga. Sebuah taman yang membuatku selalu ingin bersemayam. Aku betah disana, enggan untuk pulang.

Aku terus mengintip langit demi langit sang mantan. Semakin jauh, semakin aku tahu keberadaan dan berita sang mantan. Tetesan air yang semula aku kira gerimis ternyata adalah tangisan sang mantan. Ya, sang mantan lagi dirundung kegalauan. Kelelahan hati. Gelisah memikirkan suaminya yang pergi. Minggat, pergi tidak mau kembali.

Aku tarik nafas sejenak, dan tiba-tiba ribuan laron menyerbu kepalaku. Seakan-akan mewakali pertanyaan yang ada dipikiranku. Kenapa lelaki yang kau cintai hanya bertahan sejenak. Setahun setelah pernikahan, lelaki itu meninggalkamu. Sudah tiga kali pernikahan, kau mengalami hal serupa. Bernasib sama. Ada apa dengan dirimu ? Pertanyaan yang tidak aku temukan jawabannya. tetap menjadi misteri.

Setelah kau campakan hatiku. Setelah kau kandaskan harapanku untuk memilikimu, sampai saat ini pun aku masih membujang. Masih sendiri. Apakah kau memang ditakdirkan menjadi jodohku ? Seandainya, iya, betapa tidak adilnya Tuhan.

" Mandi-mandi, jadi lelaki kerjannya hanya melamun saja. Dasar bujang lapuk ", Ocehan emakku membangunkan lamunanku. Aku terjatuh dari langit, lama sekali ruh untuk kembali ke sajadku. Aku tertatih-tatih, walau akhirnya aku sadar juga. Emakku, memang mudah marah, malu sama tetangga, punya anak lelaki belum kawin juga. Ah emak !

Pasang Iklan
Iklan

14 komentar

Ini cerita cinta yang masih belum bisa move on dari mantan. Sampai masuk kedalam mimpi. Kebanyakan mimpi gak kerasa tambah tua.

wahhh ingetnya mantan terus nih :D

aduh.... ini kisah sejati apa sekadar lamunan yaa..? ikut berduka atas mantannya yaa ^^

Haha
jangan salahkan emak, setiap orang tua ingin yg terbaik untuk anaknya
melamun dengan mimpi sebelas dua belas
maaf aku ketawa baca post di atas lucu

hahaha, emak, ngelamun itu enak lho mak. Dulu aku juga seneng ngelamun ngeliatin langit berandai-andai dpt jodoh yg gini gono. Semoga jodohnya segera datang ya mas

Judul artikel ne dasarnya karena masih peduli / prihatin sama mantan, kalo lagi kesel sama mantan pasti judulnya "Karma Sang Mantan" hehehehe....

Untung laron, bukan tawon. Kalau twon pas terbangun dari tidur lumayan lebab tuh muka. ha,, ha,, ha,

Kaya nya sang mantan ini cinta sejatinya admin nih...jadi susah terlupakan..cari gantinya mas 3 sekaligus...biar cepet terlupakan..tuh mantan.

Terimakasih atas kunjungannya.

Pasang Iklan
IBX59AAC28D63346
   Copyright © 2011- - Powered by Blogger
Back To Top