Djangkaru Bumi

Catatan dan gagasan tentang kehidupan, bisnis, jaringan sosial, budaya, wisata, kuliner dan komunitas

Irama Kehidupan Tak Semerdu Harapan

Pasang Iklan
Irama Kehidupan Tak Semerdu Harapan

Dua mingguan ini, pikiran saya penuh dengan pertanyaan dan percakapan. Obrolan antara hati dan pikiran. Saya sendiripun tidak punya kendali untuk menghentikan gelombang dialog itu. Hati dan pikiran berebut kata, terus menerus, bersaut-sautan. Bertalu-talu. Bertubi-tubi. Saling menggurui. Sebuah tutur, tidak jelas rimbanya. Ah saya mirip orang gila atau memang sudah gila ? Berbicara tanpa jelas iramanya. Nada-nada amarah, tanpa arah. Sungguh pening kelapa ini. Pusing.

Makan tidak terasa enak. Tidur tidak merasa nyenyak. Sering terjaga ditengah malam karena mimpi menyeramkan. Ada apakah dengan diri saya ini ? Apa yang sebenarnya saya takutkan. Sebuah pertanyaan, yang tidak membutuhkan jawabannya.

Apakah Tuhan telah meninggalkan saya ? Apakah Tuhan sudah tidak perduli dengan hambanya ? Kenapa Tuhan tidak mengabulkan doa-doa yang saya panjatkan ? Begitu jelas dan detailnya doa yang saya uraikan. Begitu panjangnya rangkaian harapan yang saya ajukan. Kenapa Tuhan tidak mau hadir ? Saya benar-benar terpuruk.

Ingin rasanya mengungkapkan permasalahan kehidupan yang saya hadapi. Irama kehidupan yang tidak merdu. Nada-nada kehidupan fals yang  membuat hati ini sesak. Kendang pikiran terasa mau pecah. Tapi saya bingung harus merunut dari mana permasalahannya. Sudah menjadi benang kusut. Rumit.  Tidak jela lagi ujung-pangkalnya.

Apakah Tuhan punya rencana lain yang belum bisa saya pahami. Apakah saya hanya dituntut ikhlas menghadapi permasalahan ini. Apakah Tuhan sedang menguji kesabaran dan ketabahan saya ? Apakah karena saya terlalu focus pada salah satu pintu yang telah tertutup, sedangkan Tuhan telah membuka pintu-pintu yang lainnya ? Atau saya tergolong orang yang tidak mampu bersyukur, memikirkan rezeki yang telah hilang atau hal yang seharusnya bukan milik saya. Sedangkan saya telah dikaruniai rezeki yang berlimpah, termasuk kesehatan dan akal waras.

Indah pada waktunya dan badai pasti berlalu, jadi teringat nasehat lama. Irama kehidupan tak semerdu harapan ini, mungkin menjadi jalan untuk mendewasakan kepribadian saya. Agar saya lebih menjadi orang yang bijak, tidak pongah dan rendah hati. Mampukah saya mengambil makna atas cobaan ini ? Entahlah.

Pasang Iklan
Iklan

26 komentar

Sangat Bermanfaat Mas...

Selalu ada pelajaran berharga dibalik perjalanan panjang kehidupan. Semoga semakin mendewasakan kita.

Teruslah berusaha mendekatkan diri kepada_Nya, karena boleh jadi, akibat kurangnya kita berserah diri, membuat Tuhan memberi kita ujian yang membbuat kita bertanya-tanya apakah Tuhan menjauhi kita?

irama mah tetap saja irama yang pastinya enak, kalau kehidupan mang admin mah dipermaklumkan oleh sayah kalau nggak merdu ge

Cobaan apa sih mas? Janga bilang ini ada kaitanya dengan kejombloan sampean ..

Biar makin terasa merdu lebih baik kita ikutan goyang mengikuti irama

Mencoba pintu lain akan lebih menyenangkan karena tahu irama yang belum didengar selama ini. Hehe

Permasalahan apa to mas? mungkin bisa dibantu.. Semangat nggeh

Irama yang enak bagi saya yaitu irama dangdut, mas ... irama kehidupan terlalu pahit dan ketir :)

Selalu ada pelajaran dari setiap yang terjadi dalam hidup ya, Mas, bukan Allah yang tidak mengabulkan, tetapi Allah tahu waktu yang pas dimana setiap doa hambanya dikabulkan..

Setiap apa yang kita minta, Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan :)

Sekalian saja, curhatnya gak cuma di blog, Mas, tapi langsung sama Allah, biar bisa di dengar dan cepat dapat solusinya :)

Life and relax is so difficult my dear but love is the key

Irama kehidupan sering kali berubah-ubah, semoga setiap peristiwa dalam perjalanan hidup adalah cara Allah menyapa kita untuk terus mendekat pada-Nya

What doesnt kill you make you stronger, mungkin hari ini kita akan menagis krn sesuatu tapi kalo bisa melewati masa itu yakin deh kita bkl jd pribadi yg lbh kuat

kalau mang lembu irama kehidupannya emangnya sudah merdu gituh...??? :D

Kadang saya jadi jarang sekali berdo'a,,, bahkan saya pernah ngomong ke ibu saya,,,
"Bu katanya, kata ustad doa Ibu itu manjuur,,,ibu kan selalu berdoa, agar aku kaya raya, sejahtera, punya pkerjaan hebat dll.. tapi mengapa do'a ibu gak dikabul,, apa ustadnya bohong ??" Tanyaku..

Lalu ibu menjawab "Mungkin nak,, tapi mungkin karena ibu banyak dosa, jadi enggak dikabul"

Kadang aku putus asa, dan berhenti berdoa,, tapi katanya kalau gak berdoa itu bakalan membuat diri kita malah semakin jauh dari tuha,, dan akhirnya menjadi termasuk orang - orang yang sombong...

Aku mencoba berdoa,, agar chelsea islan jadi miliku, menjadi istriku,, tapi belum terkabul, mungkin karena doaku kurang realistis... heheh :D

Ya itulah hidup. Dimana kita boleh berharap setinggi langit, tapi jgn kecewa bila tak kesampaian

saya malah bingung mau ngapain dalam hidup ini. Kuliah belum kelar-kelar, udah jalan 4 taun mau ga mau harus diselesein, biar ga mubadzir, mau nyelesein tapi susah. jenuh juga. hohhhhh. kampret tenan

Seribu jalan menuju roma kang..!
Selama kita tidak menyerah akan selalu ada pintu yang tak terduga menghampiri orang yg mau berusaha.

Irama kehidupan memang tidak selalu merdu, bener banget tuh Mas. Tetap sabar, terus berdoa walau sudah merasa lelah.

Intinya hidup mah kudu banyak bersyukur, ikhlas dan percaya sm kuasa Tuhan. Jadi tenang deh hati dan pikiran. Itu sih yg biasa sy lakukan

Semangat dan sabar Mas Djankaru. Semua blogger ada saja masa diuji coba. Namanya juga manusia. Selama masih hidup akan terus diuji.

Terimakasih atas kunjungannya.

Pasang Iklan
   Copyright © 2011- - Powered by Blogger
Back To Top