Home » » Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Kompleks makam Astana Gunung Jati berada di Desa Astana, Kecamatan Cirebon Utara pada pinggir jalan raya Cirebon – Indramayu dari kota Cirebon berjarak sekitar 5 km. Makam Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah di Cirebon memang menjadi kunjungan wisata religi sangat menarik. Apalagi, sebagai salah satu anggota Walisongo, Sunan Gunung Jati memiliki peran penting dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Keramik Dinding Makam Sunan Gunung Jati Cirebon
Dindingnya penuh dengan keramik
Bulan Idul Fitri saya berziarah ke makam Sunan Gunung Jati,ternyata ramai juga sampai berdesak–desakan waktu di dalam kompleks makam. Banyak Peziarah yang ingin berdoa atau sekedar hanya melihat–lihat. Banyak keramik yang masih sangat baik kondisinya, warna dan design sangat menarik. Bernilai seni  tinggi.

Air Zam-Zam Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Beli Oleh - Oleh Makam Sunan Gunung Jati Cirebon
Beli  Oleh - Oleh
Saat pulang saya mengambil air yang ada di Genthong besar , yang terkenal dengan sebutan air zam – zam Cirebon. Saya juga menyempatkan membeli makanan khas cirebon dan benda unik hanya sekedar untuk cindera mata saja. 

Yang sangat disayangkan adalah banyaknya penduduk setempat yang meminta sumbangan tidak resmi kepada pengunjung atau peziarah yang datang ke makam. Jangan heran jika Sahabat nanti dibuntutin anak-anak yang meminta recehan. Persiapkan uang recek yang banyak, jika mau bereziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Jika tak membutuhkan guide, pengunjung bisa langsung menolaknya dari awal. Bilang saja sudah sering berziarah dan masuk tanpa guide. 

 ♥♥DjB♥♥

26 komentar:

  1. wah keren mas..:) kapan ane bisa liburan ke sana.. hihihihi..:D

    BalasHapus
  2. itu yang foto berdua, bagus, keren yang ngambil hihi..

    thank you pembahasannya bang.. such a nice reference buat yang nanti mau ziarah ke makam sunan gunung jati :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ke Singapura dan Malaysia mampu, masak ke tanah jawa tidak mampu..xixiii

      Hapus
  3. sama dengan di makassar, banyak yang minta recehan saat kita berziarah ke salah satu makam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sudah menjadi budaya dimana-mana heheheee

      Hapus
  4. Sudah sering aku mendengar dan membaca tentang salah satu tempat wisata religi ini, tapi aku belum sempat berkunjung kesana. Terima kasih reprtasenya Mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cirebon itu daerah kelahiran Ayah saya. Kalaw dalam bahasa sunda disebut "Mamak". Saya ke Cirebon saat masih kecil sekitar usia SD era taun 75 an dahulu. Saat itu ngetop Pisang sama Kelapa yang ada kereta lorinya.

      Hapus
    2. Cirebon punya ciri khas sendiri. Budayanya unik.

      Hapus
  5. anak yang suka meminta-minta ini yang kadang bikin repot, bisa mengkhawatirkan jika sudah dewasa nanti jadi kebiasaan suka minta-minta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya ada penertiban biar tidak semrawut.

      Hapus
  6. slamat mlm bang jdi inget dulu waktu masih kecil aq sering banget bang kesitu sama kluarga bang. jdi kngen pngen ksitu bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga. Tempatnya sangat sejuk.

      Hapus
    2. iya bang sangat sejuk dan indah banet

      Hapus
  7. subhanallah..
    masih terawat yah makamnya..
    dulu aku pernah beberapa kali ke makan sunan gunung jati.

    BalasHapus
  8. wah ternyata si akang hobi juga berwisata religius...

    BalasHapus
  9. waah, kamu maen ke Cirebon kok gak mampir kerumahku sih sob??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa tahu lain waktu bisa mampir jika ke makam sunan gunung jati.

      Hapus
    2. Penghuni 60 ternyata dari Cirebon ya
      alhamdulillah pernah sekali ke sini sob,peminta-mintanya banyak dan tak jarang memaksa kalau tidak dikasih marah

      Hapus
  10. Ane pernah kesini nih, nyampe ke makam yg paling atas nya juga..

    BalasHapus
  11. Sangat disayangkan ya mas, padahal makam ini tempat kita untuk mengingat kematian dan salah satu objek wisata religi yang sangat bagus jika dikembangkan, hanya saja kurang adanya perhatian dari pihak kesultanan cirebon untuk merubah wajah makam salah satu wali ini.

    BalasHapus
  12. Lebih baik pakai tiket masuk saja ya ? biar suasana lebih nyaman !

    BalasHapus

Selamat datang Sahabat blogger !
Terima kasih telah meluangkan waktunya.